Rabu, 24 April 2013

Cabang ulumul Hadist( makalah )




BAB I
                                                                           (PENGANTAR)
Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah yang maha kuasa yang telah memberikan kami kelimpahan rahmat terutama nikmat sehat,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami ini dalam waktu yang telah di tentukan ,atas kesadaran kelompok kami tau makalah kami masih jauh dari kesempurnaan ,oleh karna itu kami masih membutuhkan bimbingan dari bapak pengajar  dan semoga makalah kami bisa bermanfaat.

      
           


















Cabang-Cabang ulumul hadist
Diantara cabang-cabang beesar yang tumbuh dari ilmu hadist Riwayah  dan Dirayah ialah:
1.      Ilmu Rijalil Hadist
2.      Ilmu Jahri wat Ta’di
3.      Ilmu Fanil Mubhamat
4.      Ilmu llalil Hadist
5.      Ilmu Gharibiel Hadist
6.      Ilmu Nasikh wal Mansukh
7.      Ilmu Talfiqil Hadist
8.      Ilmu Tahsif wat Tahrif
9.      Ilmu Asbabi Wurudil Hadist
10.  Ilmu Musthalah Ahli Hadist
v  Ta’rif dan sejarah ilmu Rijalil Hadist
Ilmu yang membahasakan para perawi hadist,baik dari sahabat dari tabi’in.maupun perangkatan-perangkatan sesudahnya.Dengan ilmu ini dapatlah kita mengetahui keadaan para perawi yang menerima hadist dari Rasulullah dan keadaan para perawi yang menerima hadist dari sahabat dan seterusnya.Didalam ilmu yang di terangkan “tarikh ringkas” dari riwayat hidup para perawi,madzhab yang di pegangi oleh para perawi dan keadaan-keadaan para perawi itu menerima hadist.
 Kitab-kitab yang disusun dalam ilmu ini banyak ragamnya ada yang hanya menerangkan riwayat-riwayat ringkas dan para sahabat saja.ada yang menerangakan riwayat umum para perawi –perawi ,ada yang menerangakan perawi-perawi yang di percayai saja ,ada yang menerangkan riwayat-riwayat para perawi yang lemah –lemah atau para mudallis.dan ada yang menerangakan  sebab-sebab dicacat dan sebab-sebab di pandang adil dengan menyebut kata-kata yang dipakai untuk itu serta martabat-martabat perkataan.dan ada yang menerangkan nama-nama yang serupa tulisan dan sebutan,tetapi berlainan keturunan dalam sebutan, sedang dalam tulisan serupa.seumpama Muhammad ibn ‘Aqli dan Muhammad ibn ‘uqail.ini dinamai Musytabah.
Kitab-kitab yang meriwayatkan keadaan para perawi dari golongan sahabat.Pada permulaan abad yang ketujuh hijrah berusahalah ‘izzud bin ibnu atsir(630 H)Mengumpulkan kitab-kita yang telah disusun sebelum masanya dalam sebuah kitab besar yang dinamai:Udsul Ghabah.ibnul atsir ini adalah saudara dari Majduddin ibnul atsir pengarang An Nihayah fi Gharibil Hadit.kitab izzddun di perbaiki oleh Az Dzahaby (747 H)Dalam kitab At Tajrid.
Sesudah itu di dalam abad yang kesembilan hijrah ,bangunlah  Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqlany menyusun kitabnya yang terkenal dengan nama Al Ishabah. Dalam kitab ini dikumpulkan Al istiab dengan Udsul Ghabah dan ditambah dengan yang tidak terdapat dalam kitab-kitab tersebut.
[1]                                                                    
1.

[2]Al Bukhary dan Muslim telah menulis juga kitab buat menerangkan nama-nama shahaby yang hanya meriwayatkan suatu hadist saja yang dinamai:Wudhdan
Kemudian ,dalam bab ini menulis juga Yahya ibn Abdil Wahhab ibn Mandah Al Asbahany,(5 me11 H)sebuah kitab yang menerangka nama- nama sahabat yang hidup 120 tahun.
v  Ta’rif dan sejarah ilmu Jahri wat Ta’dil
Ilmu jahri wat Ta’dil,pada hakikatnya merupakan suatu bagian dari Ilmu Rijalil hadist.akan tetapi,oleh karna bagian ini di pandang bagian yang terpenting.di pandang dia sebagai ilmu yang berdiri sendiri.
Pengertiannya adalah ilmu yang menerangkan tentang hal cataatan-catatan yang di hadapkan kepada para perawi dan tentang penta’dilannya(memandang adil para perawi)dengan memakai kata-kata yang khusus dan tentang martabat-martabat kata-kata itu.mencacat para perawi(yakni:menerangkan keadaan yang tidak baik,agar orang tidak terpedaya dengan riwayat-riwayatnya)
Menurut keterangan ibnu ady(365 H)dalam muqaddimah kitabnya Al Kamil ,para ahli telah memperkatakan keadaan-keadaan para perawi sejak dari zaman sahabat.Diantra para sahabat yang memperkatakan keadaan perawi-perawi hadist ialah: Ibnu Abbas(68H),Ubadah ibn Shamit(34H) dan Annas ibn Malik(93H).sedangkan di antara tab’in adalah:Asy Sya’by(103H )Ibnu Sirin(110H) Sa’id Ibnu Musaiyab(94H). Dalam masa mereka itu,masih sedikit orang yang di cacati.
            Mulai abad yang kedua barulah banyak orang-orang yang lemah.kelemahan itu adakala karena meng-irsalkan hadist,adakala karena me-rafa’kan hadist yang sebenarnya mauquf,dan adakala karena bebrapa kesalahan yang tidak di sengaja .sesudah selesai masa tabi’in,yaitu kira-kira tahun150H,Bergeraklah para ahli memperkatakan keadaan-keadaan perawi:menta’dil dan mentajrihkan mereka.
            Maka diantara ulama besar yang memberikan perhatian kepada urusan ini adalah:Yahya Ibn Said Al Qaththan(189H)dan Abdurrahman Ibn Mahdy(198H) .sesudah itu ,Yazid ibn Harun(189H) Abu Daud Ath Thayalisy(204H),Abdur Razaq Ibn Human(211H).sesudah itu barulah para ahli menyusun kitab-kitab jarah dan ta’dil.didalamnya diterangkan keadaan para perawi yang boleh di terima riwayatnya dan yang di tolak.
Diantara pemuka-pemuka jarah dan ta’dil ialah:Yahya ibn Ma’in(233H) Dan masuk kedalam perangkatannya,Ahmad Ibn Hanbal(241H) Muhammad ibn Sa’ad(230 H),Ali ibnul Madiny(234H),Abu Bakar ibn Abi Syaibah(235H)ishak ibn Rahawaih(237H)
v  Kitab-kitab jarah dan Ta’di;
§  Kitab-kitab yang di susun mengenai Jarah dan Ta’dil,ada beberapa macam . ada yang menerangkan orang-orang yang di percayai saja,ada yang menerangkan orang-orang yang lemah sajaatau, orang yang mentadliskan hadist.Dan ada pula yang melengkapi semuanya Di                            2.
samping itu ada yang menerangkan perawi-perawi suatu kitab saja. Atau bebeapa kitab dan ada melengkapi segala kitab.
                                                                   
A.     Kitab-Kitab yang melengkapi orang-orang kepercayaan dan orang-orang yang lemah.
Diantara kitab yang melengkapi semua itu,ialah: Kitab Thabaqat Muhammad  ibn Saad Az Zuhry Al Bashary(230 H).Kitab ini sangat besar. Di dalamnya terdapat nama-nama sahabat.nama-nama tabi’in  dan orang-orang yang sesudahnya.kemudian,berusaha pula beberapa ulama besar lain.Diantaranya ,Ali Ibnul Madiny(234H), Al Bukhary ,Muslim Al Harawy(301H) dan Ibnu Abi Hatim (327H)
            Dan yang sangat berguna bagi ahli hadist dan fiqih,ialah:At Takmil susunan Al Imam Ibnu Katsir.
B.     Kitab-kitab yang menerangkan orang-orang yang dapat dipercayai saja.
Diantara kitab-kitab yang menerangkan orang-orang yang dapat di percayai saja,ialah :Kitab Ats Tsiqat .karangan Al ‘Ajaly (261H) Dan kitab Ats Tsiqat karangan Abu Hatim ibn Hibban Al Butsy.Masuk dalam bagian ini ,Kitab-kitab yang menerangkan tingkat-tingkat penghafal hadist.banyak pula para ulama yang menyusun kitab ini.Diantaranya Adz Dzahaby ,Ibnu Hajar Al Asqalany dan As Sayuthy.
C.     Kitab-kitab yang menerangkan orang-orang yang lemah-lemah saja
Diantara Kitab-kitab yang menerangkan orang-orang yang lemah-lemah saja,ialah:Kitab Adil Dlu’afa karangan Al Bukhary dan kitab Adl Dlu’afa karangan ibul jauzy(597 H)
D.     Kitab-kitab yang menerangkan orang-orang yang mentadliskan hadist
Diantara kitab-kitab tersebut adalah :Kitab At Tabyin.susunan Ibrahim Ibn Muhammad Al Halaby (841H).Yang mula-mula menyusun kitab dalam bab ini ialah Al imam Husain Ibn Aly Al Karabisy(248H).
E.      Kitab-kitab yang di susun mengenai perawi-perawi dalam kitab-kitab tertentu.
Diantara kitab yang menerangkan perawi-perawi Al Bukhory,karangan Ahmad Ibn Muhammad Al Kalabadzy(398H),Dan kitab yang menerangkan kitab perawi muslim ,Karangan Ibn Manjaweh(428H).Diantara kitab yang mengumpulkan,perawi-perawi dalam kitab enam ialah : Kitab Abu Muhammad Abdul Ghany Al Maqdisy(660H),kitabnya bernama Al Kamal kitab tersebut di bersihkan oleh Al Mizzy(742 H),kemudian kitab-kitab tersebut di bersihkan lagi oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya Tahdzibut Tahdzib.
F.      Kitab-kitab yang menerangkan tanggal-tanggal wafatnya Muhaditsin,kitab ini di tulis oleh Abu Sulaiman Muhammad Ibn Abdillah.
G.     Kitab-kitab yang menerangkan nama-nama, kuniah-kuniah dan laqab-laqab.yanh menulis kitab ini adalah:
·         Adz Dzahaby(kuniah)
·         Abu Bakar Asy Sirazy(laqab)
·         Abu Bakar Ahmad Al Katib(nama)
H.     Kitab-kitab yang menerangkan penghafal yang rusak fikiran dikala telah tua dan yang menulis kitab ini ialah Al Hazimy.
v  Ta’rif dan Sejarah Fanul Mubhammat
Fanul Mubhammat merupakan ilmu yang dengan dia di ketahui nama orang-orang yang tidak di sebut namanya di dalam matan , atau di dalam sanad.
Diantara yang menyusun kitab ini ,Al Katib Al Baghdady, Kitab Al Katib diringkaskan dan di bersihkan oleh An Nawawy dalam kitab Al Isyarat ila Bayani ismail Mubhammad.  perawi-perawi yang tdak tersebut namanya dalam sahaih Bukhory di terangkan dengan selengkapnya oleh Ibnu Hajar Asqallany  dalam Hidayatus Sari Muqaddamah Fathul Bari.
v  Ilmu Ilal Al-Hadits
Ilmu ini membahas tetentang sebab-sebab tersembunyinya yang dapat merusak keabsahan suatu hadits. Misalnya memuttasilkan hadits yang mungkati’, memarfu’kan hadits yang maukuf dan sebagainya. Dengan demikian menjadi nyata betapa pentingnya ilmu ini posisinya dalam disiplin ilmu hadits.
Semua  ini bila di ketahui maka dapat merusak kesahihan hadist.ilmu ini semulia mulia ilmu yang berpautan dengan hadist dan sehlus-halusnya.tak dapat di ketahui penyakit-penyakit hadist melainkan oleh ulama yang mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang martabat-martabat perawi yang mempunyai makalah yang kuat terhadap sanad dan matan-matan hadist.
Diantara para ulama yang menulis ilmu ini adalah: Ibnul Madiny (234H),Ibni Aby
Hatim(327H) Kitab beliau ini sangat baiknya di namai :Kitab Ilalil Hadiats. Dan di antara yang menulis kitab ini pula ,Al Imam Muslim(261H) ,Ad Daraquthny(375H) dan Muhammad ibn Abdillah Al Hakim .
v  Ta’rif dan Sejarah ilmu Gharibil Hadist
Ilmu gharibil hadist ialah: Ilmu yang menerangkan makna kalimat yang terdapat dalam matan hadist yang sukar diketahui maknanya dan yang kurang terpakai oleh umum.
Sesudah berlalu masa sahabat ,yakni abad pertama ,dan paraTabi’in pada tahun 150 H Mulailah bahasa arab yang tinggi  yang tidak di ketahui lagi oleh umum,satu-satu orang saja lagi yang mengetahuinya .oleh karena itu  berusahalah para ahli mengumpulkan kata-kata yang di pandang tak dapat difahami oleh umum dan kata-kata yang kurang terpakai dalam pergaulan sehari-hari dalam suatu kitab dan mensyarahkannya.
Menurut sejarah yag mula-mula berusaha dalam bab ini ialah:Abu Ubaidah Ma’mar ibn Ali Mutsanna (210 H) , Kemudian usaha itu di luaskan lagi oleh Hasan Al Maziny (204 H).Usaha beliau-beliau ini berlaku di penghujung abad kedua hijrah.


Diawal abad ketiga hijrah berusahalah Abu Ubaid Al Qasim ibn Sallam(224 H) menyusun kitabnya yang terkenal dalam ilmu Gharibil Hadist, yang di usahakan dalam tempo 40 tahun.kitabnya mendapat sambutan dari masyarakat sehingga datang masanya ibnu Qutaibah Ad Danury(276 H) ,beliau menyusun kitabnya yang terkenal pula.
Maka dengan terdapat dua kitab itu terkumpullah sebagian esar dari kata-kata yang gharib sesudah itu berusaha pula beberapa ahli sehingga sampai kepada masa Al Khaththaby(378H),beliau menulis kitabnya yang terkenal, Dan setelah selesai kitabnya itu terdapatlah tiga induk kitab bagi segala kitab Gharibil Hadist. Kemudian Abu Ubaid Ahmad ibn Al Harawy(401 H) menyusun kitabnya dengan mengumpulkan antara  Gharibil Qur’an dan Gharibil Hadist.Setelah itu berusaha pula Az Zumakhsyary menyusun kitabnya yang di namai Al Fa’iq .Kitab ini tinggi nilainya dan disusun secara abjad.
Sesudah itu bangun pula Abu Bakar Al Ashbahany(581H)Menyusun kitabnya dengan mengikuti sistim Al Harawy.Kemudian datanglah Ibnul Atsier (606H) Lalu menyusun kitabnya An Nihayah.Kitab inilah sebesar-besar kitab Gharibil Hadist yang terdapat dalam masyarakat islam.kitab ini diikhtisarkan oleh As Sayuthy(911H) dalam kitabnaya yang dinamai Ad Durrun Natsir.kiranya kitan An Nihayah itu mencukupi bagi seorang di dalam mempelajari arti kata-kata yang sukar dan ganjilyang terdapat dalam matan-matan hadist
v  Ta’rif dan Sejarah ilmu Nasikh wal Mansukh
Ilmu Nasikh wal mansuk ialah: ilmu yang menerangkan hadist-hadist yang sudah dimansukkhan dan yang menasikhkannya.
            Apabila didapati suatu hadist yang maqbul,sejahtera dari perlawawanan dinamailah hadist tersebut muhkam ,dan jika dilawaninya oleh hadist yang sederajatnya tapi mungkin tidak dikumpulkan dengan tidak sukur ,maka hadist itu dinamakan Mukhtaliful Hadist.jika tak mungkin dikumpul dan diketahui mana yang terkemudian ,maka yang terkemudian itu dinamai Nsaikh dan yang terdahulu di namai Mansukh
            Banyak para ahli yang menyusun kitab-kitab Nasikh dan Mansukh ini .
Diantaranya ,Ahmad ibn Ishaq Ad Dienary(318H),Muhammad  ibn Bahar  Al Ashabany(322H), Ahmad ibn Muhammad An Nahhas(338H),Dan sesudah itu beberapa ulama lagi menyusunnya ,datanglah Muhammad ibn Musa Al Hazimy(584H) menyusun kitabnya yang dinamai : Al I’tibar Kitab ini mudah diperoleh.Kitab I’tibar itu telah di ringkas Oleh Ibnu Abdil Haq(744H)
v  Ta’rif dan sejarah ilmu Asbabyi Warudul Hadist
Ilmu Asbabi Warudul Hadist ialah:
Ilmu yang menerangkan sebab-sebab nabi menuturkran sabdanya dan masa-masa nabi menuturkan itu.

Ilmu ini penting diketahui karna ilmu ini menolong kita dalam memahamkan hadist, sebagai ilmu Asbabin Nuzul  menolong kita dalam memahamkan Al Qur’an .
Ulama yang mula-mula menyusun kitab ini yang ada kitabnya dalam masyarakat ialah Abu Hafash “Umar Ibn Muhammad yang terkenal dengan nama ibnu Hamzah Al Husainy(1120H),dalam kitabnya Al Bayan Wat Ta’rif yang telah di cetak dalam tahun 1329 H.
v  Ta’rif  dan sejarah ilmu Talfieqiel Hadist.
Ilmu talfieqiel Hadist ialah: Ilmu yang membahas tentang cara mengumpulkan antara hadist-hadist yang berlawanan lahirnya.
Dikumplkan itu adakala dengan mentakhsihiskan yang amm aau mentayidkan  yang mutlaq ,atau dengan memandang banyak kali terjadi.0
Ilmu ini dinamai juga dengan  Ilmu Mukhtaliful Hadist.Diantara para ulama besar yang berusaha menyusun ilmu ini ialah: Al Imamusy Syafi’y(204H), ibnu Qutaibah (276H), Ath Thahawiy(321H),dan Ibnul Jauzy(597H).Kitabnya bernama At Tahqiq kitab ini telah disyrahkan oleh  Al Ustadz Ahmad Muhammad Syakir dan baik sekali nilainya.















                                                        DAFTAR ISI
BAB I Kata Pengantar.........................................................................................................
BABII Pembahasan............................................................................................................
1.Cabang-cabang ulumul hadist........................................................................................
Ilmu dan sejarah jahri wat Ta’dil....................................................................................
kitab-kitab jarah wat Ta’dil.............................................................................................
Ta’rif dan sejarah Fanul Mubhamt..................................................................................
ilmu Ilalil hadist...............................................................................................................
Ta’rif dan sejarah gharibil Hadist...................................................................................
BAB III
Kesimpulan


. Pengertian Ulumul Hadits
            Ilmu Hadits, yakni ilmu yang berpautan dengan hadits, banyak ragam macamnya     Secara garis besar ilmu-ilmu hadits dapat dikaji menjadi dua, yaitu Ilmu Hadits Riwayat (Riwayah) dan ilmu hadits Diroyat (Diroyah).
            Ilmu hadits Riwayah ialah ilmu yang membahas perkembangan hadits kepada sahiburillah, Nabi Muhammad SAW. Dari segi kelakuan para Perawinya, mengenai kekuatan hapalan dan keadilan mereka dan dari segi keadaan sanad.
Ilmu hadits riwayah ini berkisar pada bagaimana cara-cara penukilan hadits yang dilakukan oleh para ahli hadits, bagaimana cara menyampaikan kepada orang lain dan membukukan hadits dalam suatu kitab.
Menurut Sebagian Ulama Tahqiq, ilmu hadits Riwayah Ialah :
   Ilmu yang membahas cara kelakuan persambungan hadits kepada Shahibur Risalah, junjungan kita Muhammad SAW. Dari sikap para perawinya, mengenai kekuatan hafalan dan keadilan mereka, dan dari segi keadaan sanad, putus dan bersambungnya ”, dan yang sepertinya.     
         Ilmu Hadits Diroyah ialah :
    Ilmu yang membahas makna-makna yang difahamkan dari lafal-lafal Hadits dan  yang dikehendaki dari sesuatu lafal dan kalimat, dengan bersandar kepada aturan-aturan (Kaidah-kaidah) Bahasa Arab dan kaidah-kaidah agama dan sesuai dengan keadaan Nabi SAW ”.
Adapun Ilmu Hadits Diroyah ini ada sebagian yang menyebutnya dengan Ilmu Mustahalah Hadits Sebagai mana di sebutkan dalam kitab “Manhaj Dzawin Nadzhar”.  
Kebanyakan para ulama Menta’rifkan Ilmu hadits Riwayah dan Dirayah, sebagai Berikut :
1. Hadits Riwayah
            Ilmu hadits Riwayah ialah : Suatu ilmu untuk mengetahui sabda-sabda Nabi, Perbuatan Nabi, Taqrir-Taqrir Nabi dan Sifat-sifat Nabi SAW.
Maudlu’nya (Objeknya) ialah Pribadi Nabi, yakni : Perkataan, Perbuatan, Taqrir dan sifatnya, Karena hal-hal inilah yang dibahaskan kedalamnya.
           Ilmu Hadits Diroyah
Ilmu hadits Diroyah adalah : Suatu ilmu untuk Mengetahui Keadaan Sanad dan matan dari jurusan diterima atau ditolak dan yang bersangkutpaut dengan itu.  
 Maudlu’nya (Objeknya) ialah mengetahui segala yang berpautan dengan pribadi Nabi, agar kita dapat mengetahuinya dan memperoleh kemenangan Dunia Akhirat.





KESIMPULAN
 Ilmu Hadits, yakni ilmu yang berpautan dengan hadits, banyak ragam macamnya     Secara garis besar ilmu-ilmu hadits dapat dikaji menjadi dua, yaitu Ilmu Hadits Riwayat (Riwayah) dan ilmu hadits Diroyat (Diroyah).sedangkan cabang-cabang ulumul hadist adalah pembagian-pembagiannya dimana dalam diroyah itu untuk mengetahui keadaan sanad















MAKALAH ULUMUL HADIST
CABANG-CABANG ULUMUL HADIST




OLEH:
                                                        DINI KUSWANTI
                                                            RONY TITIAN
                                                            WINDA SARI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI(IAIN)
MATARAM





[1] Sejarah dan pengantar ilmu hadist_M.T Hasby hal 152
[2] Intisari ilmu hadist _hal 166
[3][3] Sejarah dan pengantar ilmu hadist_Ash Shiddeqy_hal 156
[4] PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon di 18:02

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar